let the right one in
What a great experience this book was.
Ok, saya tidak ingin mengejek fans Stephanie Meyer yang tergila gila dengan Edward oh-badanku-berkilau-ketika-ditimpa-cahaya-mentari Cullens di tri(tetra?)logi Twilight. Begitupun dengan para fans buku, serial tv, dan film homance (Horor Romance) sejenis. Masalah selera saja. Anda suka ini, saya suka itu. Anda suka itu, saya suka ini.
Tetapi saya ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati terdalam kepada John Ajvide Lindqvist; karena atas jasa pengarang novel yang gambarnya ada di atas itu lah saya dapat berlindung terhadap distorsi mitos mengenai vampir. They supposed to be fucking creepy creatures, fucking hugable carebears they are not.

carebears, gambar dari sini
Straight to the synopsis. Let the Right One In mengambil setting pada musim dingin 1981 di sebuah kota satelit sepi bernama Blackeberg, pinggir Stockholm, Swedia. Kota hasil investasi gila-gilaan yang gagal, dimana mimpi-mimpi mayoritas para penduduknya terkubur dalam kebosanan dan ketidakbahagiaan.
Adalah seorang Oskar, seorang anak berumur 12 tahun-an yang tinggal dengan ibunya di komplek apartemen sederhana. Seorang anak gendut korban bullying di sekolah yang punya gangguan psikologis sehingga sering ngompol di celana. Anak yang punya kegemaran untuk mengutil di minimarket dekat rumah dan berlari-larian dengan pisau di hutan untuk berfantasi menjadi pembunuh berantai yang meneror gadis-gadis Blackeberg.
Lalu temui Eli, seorang anak perempuan usia dua belas tahun yang baru pindah dengan ayahnya di apartemen sebelah Oskar. Eli yang datang bertelanjang kaki ketika turun hujan salju di bulan Desember. Eli yang kurus, pucat, dan memiliki aroma tubuh yang tidak enak.
Oskar dan Eli sering bertemu di taman bermain apartemen murahan tempat tinggal mereka di waktu malam. Selalu waktu malam. Dan seiring dengan frekuensi pertemuan, nasib mereka pun saling membelit satu sama lain.
*
Cerita di atas hanya pembukaan. Orkestra baru mengalun ketika "ayah" Eli, Hakan mulai berburu. Ia menyergap orang-orang dengan chloroform, menggantung mereka dengan kaki di atas, membuat sayatan di leher, kemudian menampung darah mereka di botol plastik.
Dan believe me, paragraf di atas hanya sebagian kecil dari plot-plot "sakit" yang berhasil ditulis dengan sukses oleh Lindqvist. Dari fedofilia hingga homoseksualitas. Dari alkoholisme hingga remaja pecandu lem aibon. Yang semuanya terbungkus dari lapisan demi lapisan horor berdarah-darah.
Blood-ish carnaval macabre, if that is even a sentence.
Pembunuhan demi pembunuhan berjalan dan korban pun jatuh satu demi satu. Beberapa kali di dalam busway saya memejamkan mata dari huruf-huruf kecil pembawa pelbagai bayangan tidak menyenangkan (dan terkadang menjijikkan) yang tertulis secara eksplisit.
Tapi kemudian di akhir cerita, terlepas dari kengerian makhluk-makhluk di kegelapan dan apa yang mampu mereka lakukan terhadap manusia, novel ini bercerita mengenai berbagai pasangan: Eli dan Oskar, Eli dan Hakan, hingga pasangan paruh baya pemabuk Lacke dan Victoria; bagaimana mereka sebagai entitas yang terasing dari masyarakat berupaya untuk melepaskan diri dari keterasingan tersebut, dengan cara bergantung kepada pasangannya masing-masing.
Terlepas dari kengerian taring, cakar, dan tubuh yang termutilasi, masih terselip percakapan-percakapan manis seperti pengakuan cinta Oskar kepada Eli ketika mereka - sepasang anak dua belas tahun - berbaring telanjang di balik selimut:
"Eli. Will you go out with me?"Oleh karena itu saya memberi nilai empat setengah bintang dari maksimal lima untuk buku ini. Great-great stuff.
She turned around, pulled the covers up to her chin.
"What does that mean?"
Oskar stared at the spines of the books in front of him, shrugged.
***
p.s. adaptasi versi film hollywoodnya sempat tayang di cineplex. tidak begitu keren, tapi tetep bagus, dan ada chloe moretz, heheh.
p.p.s. ada yang punya adaptasi film swedianya? :D
p.p.p.s. kemarin ke gramedia, ternyata udah ada versi indo-nya. enjoy!


11 comments:
chloee.. chloee..
*coba diinget mukamu kalo ngomong gini ya :|
hauhauahuaaa...
naaah baru kemaren gw baca review filmnya yang versi swedia. Lagi cari donlotan hehehehe. Yang versi hollywood mah tampak males ahh
hehehe... kalo udah dapet filmnya, mintaaaaaaaaaaaa :)
versi swedia wajib tonton!
hihi... nonton/dapet dimana filmnya? :D
kabarny yg versi swedia dingin sedingin swedia. alah.
lemme know when u'v got d film
Aaaah.. Mau bacaaaa..
Fuck u twilight! Film ojek gendong! Bukunya pun aneeeeeh..Ahahaha..
Kmrn dpt link torrent tp trnyt direct link jd ga bs didonlot.. Sama kyk corridor. Blakh..
Btw, gua slalu suka cara lo mengejek sesuatu. Nyahahaha.. Gua share linknya,ah, gaaaan..
:D
ezra: katanya yang versi indonesia parah, separah indonesia :p hauhaua.. i will, my friend.
tya: ahoy thx bu! btw, untuk bukunya gw ada versi pdfnya ty, lo mau ga? kalo dapet donlotan filmnya eijk minta yaw.
mau laaah..
btw, temen gua katanya punya..mau di burn in sama dia.. yeehaw! :D
ow, verry verry want it so much (with raj accent). okok. senin gw kirim ya, soalnya filenya ada di kompi kantor.. or, you can barter it when you nginep di si amoy :)
Post a Comment